Langsung ke konten utama

Postingan

Aku, Miaka, dan Andri - Part 1

"The first time you fall in love, it changes you forever and no matter how hard you try, that feeling just never goes away." Dari aku, yang selalu mengagumimu... BAGIAN PERTAMA Papa gua sering cerita, bagaimana sewaktu muda dia pernah pacaran dengan tiga cewe sekaligus. Mama gua sering cerita, bahwa sewaktu muda, dia pernah bikin beberapa cowo yg naksir dia jungkir balik, minum baygon, dan juga makan sabun,. Yg bikin gua bertanya-tanya adalah...kalo Papa Mama gua sewaktu mudanya begitu lihai dalam masalah cinta, kenapa bakat mereka tidak menurun ke gua ya? Selama sekolah dulu, gua tidak termasuk ke dalam ketagori "cowo yg menarik". Sepanjang duduk di bangku SD, gua selalu dibully oleh temen-temen sekelas gua. Berkat mereka, jangankan pacaran, cewe-cewe liat gua aja udah langsung buang muka, entah jijik, entah takut ikutan kena bully kalo ngobrol sama gua. Hal itu terus berlanjut hingga gua SMP. Di SMP gua, 75% muridnya adalah temen temen seangkatan gua sewaktu SD, j...

Selangkah Demi Selangkah Menuju Impian

Di social media, ga peduli FB, Twitter, blog, email, Ask.fm, maupun Instagram, pertanyaan yg paling banyak gua dapet adalah... "Bagaimana cara dapetin beasiswa ke China?" Penjelasan teknisnya udah pernah gua jelasin di postingan gua tentang Cara Mendapatkan Beasiswa ke Luar Negeri, jadi sebenernya buat kalian yg pengen tau apa aja persyaratan teknisnya, tinggal baca aja di sana. Tapi biasanya, setelah gua kasih link di atas ke orang-orang yg bertanya sama gua, mereka kembali bertanya macem-macem sama gua...  Tanya : Gimana caranya biar bisa lulus ujian HSK? Gua : Ya harus les Mandarin, terus rajin ngerjain soal-soal HSK Tanya : Bahasa Mandarin tuh susah, gimana cara belajarnya? Gua : Lu harus punya motivasi, harus punya niat dan tujuan yg ingin lu capai Tanya : Waktu itu motivasi lu apa? Gua : C-I-N-T-A Buat pembaca setia blog ini pasti udah bosen tuh dengerin kisah cinta antar negara gua dan Fen, jadi ya gua ga akan ceritain lagi di postingan kali ini. Buat yg pengen baca, ...

My 2015 Resolution

Selamat Tahun Baru 2015 temen-temen pembaca semuaaaa... Aduh sori nih, akhir akhir ini jadi makin jarang update. Semenjak tahun 2011, berarti udah 5 tahun berturut-turut gua nulis resolusi di awal tahun. Meskipun cuma sebagian yg bisa benar-benar terwujud, tapi gua menyadari bahwa semenjak gua nulis resolusi tahunan dan juga Bucket List, hidup gua berubah jadi lebih penuh makna daripada sebelumnya. Memang bener kata orang, kalo kita mau sukses, kita harus berani pasang target, dan secara bertahap mengarahkan hidup kita untuk memenuhi target-target tersebut. Namun seiring bertambahnya umur, gua juga menyadari bahwa hidup itu ternyata memang tidak semudah cuap-cuapnya Om Mario Teguh. (Damn, I'm old) Mencapai suatu impian dan target itu tidak semudah membalik telapak tangan. Karena itulah gua pun menyadari bahwa di tahun-tahun terakhir, target hidup gua makin lama makin simpel dan realistis . Tapi ya itulah hidup. Yg namanya perubahan selalu harus dimulai dari sesuatu yg kecil, simpe...

Kiat-Kiat Memilih Jurusan Kuliah ALA Emotional Flutter

Sumber gambar : nyunyu.com Gua liat kayaknya jaman sekarang di kalangan anak muda ada 3 masalah utama yang paling hangat dibicarakan 1) All about Jomblo Termasuk gagal move on, kena friendzone, PHP, dan lain sebagainya. Oya, patah hati ga termasuk ya karena patah hati itu kesannya so 90's gitu deh 2) "Perkebunan" Kenapa wortelku begini? Kenapa timunmu begitu? Aku boleh liat pepaya punya kamu ga? Kalo singkong aku dimasukin ke keranjang punya kamu, keranjangnya bakal tambah besar ga? Di mana aku bisa cari gambar cabe-cabean 17 tahun yg hot? Dan lain sebagainya. You know what I mean. 3) Milih jurusan kuliah Yg no 1 udah sering gua bahas di blog ini. Yg no 2 juga pernah gua bahas beberapa kali, tapi ga berani sering sering ngebahas karena gua ga mau blog Emotional Flutter ini suatu hari halamannya berubah jadi putih dan bertuliskan "Internet Positif"  Nah, yang no 3 ini udah pernah gua singgung beberapa kali dalam postingan-postingan terdahulu, tapi belum pernah gu...

Sebuah Renungan Tentang "Berbuat Baik"

Hari ini, gua dapet pelajaran hidup lain dari nonton "How I Met Your Mother" di episode yg judulnya "Garbage Island" (S06E17) Semenjak ayahnya meninggal, Marshall Eriksen menemukan dirinya kehilangan arah dan tujuan hidup. Marshall, sedari kecil bercita-cita menjadi seorang environmental lawyer (seorang pakar hukum yg melawan pencemaran lingkungan), namun kerasnya hidupnya membuat ia berbelok arah dan bekerja sebagai pakar hukum di bank, meninggalkan impiannya demi kehidupan yg lebih baik. (Kerja di bank gajinya lebih gede daripada jadi aktivis lingkungan, ya iya lah) Hingga suatu malam, tanpa sengaja ia menonton sebuah film dokumenter tentang "Garbage Island" aka "Pulau Sampah". Pulau sampah adalah sebuah fenomena nyata di mana sampah sampah dari lima Benua terbawa oleh arus dan terkumpul di suatu lokasi di tengah Samudra Pasifik (buat yg pengen tau alesannya kenapa bisa gitu, silakan googling sendiri, berkaitan dengan arus dll) dan membentuk ...

Sedikit Intermezzo Mengenai Tampilan Baru Emotional Flutter

Bagaimana pendapat teman-teman pembaca mengenai tampilan baru Emotional Flutter ini? Ada orang yg bilang, nyari template blog yg cocok di hati itu susahnya sama dengan kayak nyari jodoh , dan menurut gua, kata-kata itu bener banget. Beberapa bulan terakhir ini gua sibuk ngotak-ngatik tampilan Emotional Flutter, dan setelah belasan kali bereksperimen di "blog kelinci percobaan" punya gua (ga usah tanya alamatnya, ga akan dikasih tau wkwkwk), akhirnya dua hari yg lalu gua memutuskan untuk mengganti tampilan Emotional Flutter dari yg dominan warna orange kemarin, menjadi dominan warna putih. Dan gua puas sama hasilnya.  Rapi, minimalis, simpel, elegan, dan ga berat.  Memang gua belum beres ngerjain bagian slider di halaman utama dan juga button di menu bar, tapi so far, gua ngerasa sreg banget sama tampilan baru ini. (Tampilan-tampilan lama Emotional Flutter bisa dilihat di sini , untuk perbandingan) Tapi setelah beberapa hari, kekurangan-kekurangan template ini pun mulai terlih...

One Step at a Time

Kuliah S2 di China ternyata...tidak semudah yg gua bayangkan. Oke, gua akui, pada awalnya gua memang sedikit menganggap remeh. Ah, Mandarin, ga akan susah susah amat kali. Tapi ternyata gua salah. Kuliahnya ga gitu padat, tapi banyak kegiatan dan kita harus sering mampir ke kelas-kelas "Pengajaran Bahasa Mandarin Bagi Orang Asing" untuk riset dan dengerin para laoshi yg lagi ngajar. Kadang dari pagi sampe sore sibuk terus, terkadang malem juga ada kelas kaligrafi atau praktek ngajar. Meskipun di tengah sering diselingi waktu istirahat 2-3 jam, tapi tetep aja rasanya cape banget. Terus selaen banyak tugas, tiap hari gua juga harus baca buku-buku literatur tebal dalam Bahasa Mandarin mengenai sejarah, kebudayaan, dan juga teori pengajaran Bahasa Mandarin. Oke, sebenernya gua ngerasa kemampuan Mandarin gua ga jelek-jelek amat. Tiap kuliah, dosennya ngomong apa, gua selalu ngerti dan bisa nangkep. Baca buku juga 80% gua bisa baca tanpa masalah. Tapi tau ga masalahnya apa? Bahasa...