Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label thoughts and critics

Murid Bertanya, Gue Menjawab

Sewaktu gua baru mulai kuliah di China dulu, gua sering digempur oleh pertanyaan seputar China oleh temen-temen gua. Misalnya...  "Ven, cewe di sana cantik-cantik ga? Cantikan mana sama cici-cici cantik yang biasa nongkrong di mall Bandung?"  Jawab : Sama cantiknya, tapi di sini jumlah cici-cici cantiknya lebih banyak hohoho... "Gimana rasanya hidup di negara komunis? Serem ga?" Jawab : Biasa aja, yang serem cuma toiletnya doank wkwk... "Salju rasanya apa Ven? Manis? Asem? Asin?" Jawab : Manis, kalo ditambahin susu kental manis. Asem, kalo lu djilat salju yang ada di ketiak orang. Asin, kalo udah kecampur sama ingus... Sekarang setelah menjadi dosen di China pun, gak jauh beda. Bedanya, sekarang gua digempur oleh pertanyaan-pertanyaan seputar Indonesia oleh murid-murid gua. Oh FYI, buat yang gak tahu, sekarang gua jadi dosen Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa Asia Tenggara di Nanning, China. Murid-murid gua semuanya orang China yang belajar Bahasa Indones...

Tuhan dan Aku

Tuhan itu Maha Besar Ia tidak perlu dibela  dengan aksi-aksi duniawi Tuhan tidak akan terusik hanya karena segelintir manusia yang mencibir diri-Nya Dan aku tidak perlu membenci orang yg menghina kepercayaanku Karena keagungan Tuhan melebihi eksistensiku sendiri Imanku tidak akan goyah hanya karena kata-kata dari mulut seorang manusia Aku hanyalah sebutir debu di alas kaki Sang Pencipta Aku tidak berhak bertindak atau menghakimi sesamaku dengan mengatasnamakan Yang Maha Esa Keven, 4 November 2016 PS : Khusus untuk postingan ini, kotak komentarnya sengaja gua matiin. Introspeksi diri aja, ga usah komentar di sini. Terima kasih.

Belajar Positif Dalam Berkarya

Banyak orang yg tidak menyadari betapa beruntungnya kita hidup di negara yg membolehkan rakyatnya bebas berekspresi seperti di Indonesia. Di Indonesia kita bisa bebas berpendapat dan berkarya di social media. Selama tidak ada yg tersinggung dan melaporkan ke polisi, kita bisa bebas berkicau mengenai hal apapun, baik yg bernada positif maupun negatif. Tapi sayangnya, kayaknya banyak orang yg lupa bahwa yg namanya kebebasan itu selalu datang beriringan dengan tanggung jawab . Buktinya, lihat saja social media kita yg kini penuh dengan berita-berita hoax, isu-isu menyesatkan, dan akun-akun penyebar kebencian terhadap golongan atau agama tertentu. Bersyukurlah karena kalian hidup di Indonesia. Saat ini hukum di Indonesia belum bisa mencakup ranah digital secara keseluruhan, tapi di negara-negara maju seperti China, para pelaku di atas bisa dijerat dengan hukum pidana yg serius. Kalo kalian ngomel-ngomel soal isu sensitif di social media, keesokan harinya kalian bisa langsung diciduk ke kan...

Full Day School di Indonesia? Really?

Sumber : Brilio.net Halo semuanya, apa kabar? Gua tadinya pengen basa-basi banyaaaak banget, untuk merayakan kembalinya gua ke jagad per-BLOG-an ini, tapi nanti deh ya, di post berikutnya aja. Gua lagi emosi nih, pengen nulis tentang suatu hal yg lagi heboh di socmed akhir-akhir ini, dan sesuai judul blog ini, bersiaplah untuk membaca sebuah artikel yg EMOSIONAL. Buat yg jantungnya ga kuat, disaranin warming up dulu sebelum baca. Resiko ditanggung sendiri ya! Oke, here we go! Di socmed akhir-akhir ini kan lagi heboh pro kontra soal gagasan yg dicetuskan oleh Mendikbud baru kita TERCINTAH. Jadi beliau usul bahwa sekolah-sekolah di Indonesia harus menerapkan sistem FULL DAY SCHOOL di mana anak-anak di Indonesia bersekolah dari jam 7 pagi sampai dengan jam 5 sore. Untuk lengkapnya, kalian bisa baca di sini dan di sini . Ada beberapa artikel yg kemudian menyebutkan bahwa sistem FULL DAY SCHOOL ini sudah lebih dahulu diterapkan di negara-negara lain, contohnya artikel yg satu ini :...

Oh, Jadi Begini Ya Rasanya Didiskriminasi?

“I know there is strength in the differences between us. I know there is comfort, where we overlap.”  ― Ani DiFranco "Rasisme" Gua inget, pertama kali gua mendengar kata yg satu ini adalah sewaktu pelajaran sejarah di kelas 1 SMA. Reaksi pertama gua adalah..."Baleg lah (yg bener aja), masa ada orang yg mikirnya setolol itu? Mengkotak-kotakkan manusia berdasarkan ras, agama, dan warna kulit?" Kenapa gua bisa berpikir sepolos itu? Biar gua jelasin... Dari TK sampai lulus SMA, gua sekolah di sekolah swasta Katolik. Tapi meskipun sekolah gua adalah sekolah Katolik, isi muridnya beraneka ragam. Kulit putih, kulit hitam, orang Sunda, Jawa, Ambon, Batak, Tionghoa, Manado, Medan, semua ada. Agamanya pun bermacam-macam, mayoritas memang Katolik, tapi ga sedikit juga yg beragama Islam, Kristen, Buddha, cuma memang yg beragama Hindu jumlahnya paling sedikit. Hidup di lingkungan yg begitu plural dan beragam, dari kecil gua udah terbiasa sama yg namanya PERBEDAAN, tapi kita tida...

Life Advice for Someone One Year Younger

Terinspirasi dari blog ini Dear 27 year-olds.  Jangan pernah merasa diri sudah tua, no~no~no, kamu masih muda kok! Lakukanlah hal yg ingin kamu lakukan, selagi kamu masih bisa. Banyaklah membaca, belajar bahasa asing, pergi backpacking, kejarlah ilmu ke jenjang pendidikan yg lebih tinggi, kuliah ke luar negeri, mengambil resiko, carilah kenalan sebanyak-banyaknya, ikutlah blind date, bertemanlah dengan orang asing yg kamu temui di jalan, belajarlah banyak hal baru, kencanlah dengan orang yg bukan tipe kamu, beranikan dirimu untuk jatuh cinta, beranikan dirimu untuk mencintai, beranilah untuk berkata "aku cinta padamu", ikutlah serta dalam acara amal dan bakti sosial, menyanyilah yg keras, beranikan dirimu untuk mengutarakan isi hatimu, tertawalah sambil perut kamu sakit... Nikmatilah hidupmu, setiap saat, setiap detik, live your life to the fullest... ...enjoy every moment for what it is, not what it could be. Regards, A 28 year-old. Versi bahasa Inggris : Dear 27 year-olds. ...

Kiat-Kiat Memilih Jurusan Kuliah ALA Emotional Flutter

Sumber gambar : nyunyu.com Gua liat kayaknya jaman sekarang di kalangan anak muda ada 3 masalah utama yang paling hangat dibicarakan 1) All about Jomblo Termasuk gagal move on, kena friendzone, PHP, dan lain sebagainya. Oya, patah hati ga termasuk ya karena patah hati itu kesannya so 90's gitu deh 2) "Perkebunan" Kenapa wortelku begini? Kenapa timunmu begitu? Aku boleh liat pepaya punya kamu ga? Kalo singkong aku dimasukin ke keranjang punya kamu, keranjangnya bakal tambah besar ga? Di mana aku bisa cari gambar cabe-cabean 17 tahun yg hot? Dan lain sebagainya. You know what I mean. 3) Milih jurusan kuliah Yg no 1 udah sering gua bahas di blog ini. Yg no 2 juga pernah gua bahas beberapa kali, tapi ga berani sering sering ngebahas karena gua ga mau blog Emotional Flutter ini suatu hari halamannya berubah jadi putih dan bertuliskan "Internet Positif"  Nah, yang no 3 ini udah pernah gua singgung beberapa kali dalam postingan-postingan terdahulu, tapi belum pernah gu...

Sekolah Ke Luar Negeri? Kenapa Tidak?

"The world is a book and those who do not travel only read a page" (Dunia ini bagaikan sebuah buku, dan mereka yg tidak pernah bertualang hanya membaca satu halaman saja)  Dari kecil, gua punya satu cita-cita : pengen sekolah ke luar negeri . Ga tau buat apa, dan ga tau manfaatnya apa, pokoknya kesannya keren aja gitu kalo bisa sekolah ke Amerika, Jepang, atau Australia. Dan gua inget banget, waktu gua kecil, kedua orang tua berjanji sama gua : kalo gua belajar dengan rajin, bisa lulus SMA dengan nilai-nilai yg baik, waktu kuliah nanti, mereka akan sekolahin gua ke luar negeri. Ucapan itulah yg jadi pegangan gua selama 14 tahun gua bersekolah dari TK sampai lulus SMA. Ga peduli sesulit apapun pelajaran yg gua hadapi, gua tetep semangat, berpegang pada sebuah harapan untuk bisa sekolah ke luar negeri. Tahun 2006, awal semester terakhir gua di SMA, kuliah menjadi sebuah topik pembicaraan paling HOT bagi anak-anak kelas 3 SMA seangkatan gua. Setiap jam istirahat, pasti ngobroli...