Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label that special person in my life

Zhen Zhu Nai Cha : Forever (Part 1)

Prologue The Road Home At Sunset "Good afternoon passengers. This is your captain speaking. The time is 2:25 pm. We are expecting to land in Beijing in approximately fifteen minutes. The weather in Beijing is clear and sunny, with outside temperature of 25 degrees for this afternoon. Please return your seats and keep your seat belts fastened. Thank you." "女士们先生们。。。“ Saat pengumuman itu diulang lagi, gua memejamkan mata, mencoba menikmati kata per kata yg diucapkan dalam Bahasa Mandarin tersebut. Udah lama banget rasanya gua tidak berkomunikasi menggunakan bahasa yg satu ini. "Papa, Papa..." gua tersadar dari lamunan gua saat jemari kecil Xixi mencolek pipi gua. "Ya, ada apa Xixi?" tanya gua sambil mengucek-ngucek mata, mencoba mengusir rada kantuk. "Pa, liat itu Pa" kata Xixi sambil menunjuk ke luar jendela pesawat. Sekilas, di hadapan mata gua terbentang sebuah pemandangan yg sama, dengan pemandangan yg gua lihat 20 tahun yg lalu. Beijing, ...

Mantan Sahabat

Jika hidup diibaratkan sebagai sebuah perjalanan, tentunya di sepanjang perjalanan ini kita akan bertemu banyak orang. Ada yang datang dan kemudian menjadi teman seperjalanan kita selama bertahun-tahun setelahnya. Ada yang hanya berpapasan dengan kita sekejab, dan kemudian menghilang begitu saja tanpa kabar. Ada juga yang meskipun hanya singgah untuk sejenak, kemudian pergi dan meninggalkan jejak mereka di hati kita. Orang-orang yang meninggalkan jejak di hati kita inilah yang mungkin sering kita sebut sebagai "mantan" Ada mantan pacar, mantan teman sekelas, mantan teman sejawat, mantan boss, mantan pegawai, mantan sopir, dan aneka mantan-mantan lainnya. Tapi menurut gua, di antara semua mantan-mantan itu, tidak ada yang keberadaannya lebih menyakitkan daripada seorang "mantan sahabat" Ada berbagai macam alasan mengapa seorang "sahabat" bisa berubah menjadi "mantan sahabat". Dalam kasus gua pribadi : - ada yang lost contact karena dia pindah ke ...

Kenangan Di Rumah Nenek

Berkunjung ke rumah Nenek adalah hobi favorit gua sewaktu kecil. Kakek dan Nenek tinggal di sebuah rumah kecil di daerah Lembang, di pegunungan luar kota Bandung. Waktu gua kecil, suasananya masih asri banget. Sejauh mata memandang cuma terlihat padang rumput dan sawah yang menghijau. Udaranya sejuk, angin sepoi-sepoi seolah-olah menari mengiringi suara kicauan burung. Setiap ada libur, Papa selalu ajak gua dan adik gua berkunjung ke sana. Kadang cuma menginap satu malam, kadang bisa beberapa hari, dan pernah juga sampai dua minggu. Kakek dan Nenek mereka suka menanam sayur dan memelihara hewan ternak sendiri. Ayam, kelinci, anjing, bahkan di suatu masa juga pernah ada kodok dan burung. Kakek punya sebuah kolam kecil di halaman yang isinya penuh dengan ikan mujair dan gurame yang gemuk-gemuk. Kalo gua lagi berkunjung ke sana, Kakek suka menangkap beberapa ikan dan memasaknya buat gua. Masakan Kakek enak banget, walaupun bahan-bahannya sederhana, tapi rasanya ga kalah sama masakan di re...

Guilin, My Home Away From Home

Ga kerasa, udah hampir 5 tahun gua tinggal di luar negeri. Gimana sih rasanya tinggal di luar negeri? Hmmm...rasanya campur aduk sih. Kadang kangen sama rumah, kangen sama keluarga dan sahabat di Bandung, tapi secara keseluruhan, gua BETAH di sini. Selama 5 tahun tinggal di Tiongkok, gua udah pernah berkunjung ke lebih dari 50 tempat . Mulai dari oasis di tengah Gurun Gobi, sampai perbatasan China-Russia yang suhunya minus 35 derajat, semua udah pernah gua jelajahin. Tapi dari semua tempat yang pernah gua kunjungin, tempat yang paling bikin gua kangen adalah Guilin. Guilin itu di mana sih? Guilin itu adalah sebuah kota kecil yang terletak di China selatan, tepatnya di provinsi Guangxi . Jauh ga dari Beijing dan Shanghai? Jauhhh. Kalo secara geografis, Guilin tuh letaknya lebih deket ke Hong Kong, Shenzhen, dan Guangzhou. Gua tinggal di Guilin total ada 3 tahun lamanya, mulai dari Sept 2013 sampai Juli 2016. Belajar bahasa satu tahun, kemudian kuliah S2 dua tahun. Terus, kenapa bisa kan...