Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label zhen zhu nai cha

Zhen Zhu Nai Cha : Forever (Part 1)

Prologue The Road Home At Sunset "Good afternoon passengers. This is your captain speaking. The time is 2:25 pm. We are expecting to land in Beijing in approximately fifteen minutes. The weather in Beijing is clear and sunny, with outside temperature of 25 degrees for this afternoon. Please return your seats and keep your seat belts fastened. Thank you." "女士们先生们。。。“ Saat pengumuman itu diulang lagi, gua memejamkan mata, mencoba menikmati kata per kata yg diucapkan dalam Bahasa Mandarin tersebut. Udah lama banget rasanya gua tidak berkomunikasi menggunakan bahasa yg satu ini. "Papa, Papa..." gua tersadar dari lamunan gua saat jemari kecil Xixi mencolek pipi gua. "Ya, ada apa Xixi?" tanya gua sambil mengucek-ngucek mata, mencoba mengusir rada kantuk. "Pa, liat itu Pa" kata Xixi sambil menunjuk ke luar jendela pesawat. Sekilas, di hadapan mata gua terbentang sebuah pemandangan yg sama, dengan pemandangan yg gua lihat 20 tahun yg lalu. Beijing, ...

Zhen Zhu Nai Cha After Story (Part 1)

Our story so far... Teman-teman pembaca setia Emotional Flutter tentu sudah tidak asing dengan kisah yg satu ini. Ya kisah ini mungkin adalah kisah cinta paling manis, paling berkesan yg telah membawa perubahan besar di hidup gua. Buat teman-teman pembaca baru blog ini, kalian bisa baca sendiri kisahnya di sini . Pada awalnya kalian akan tertawa, dan kemudian akan meleleh. Gua jamin! Keterangan : Zhen Zhu Nai Cha = Bubble Milk Tea / Pearl Milk Tea Buat yg males baca satu-satu, begini ringkasan ceritanya. Gua pertama kali bertemu Fen pada Mei 2011 di Beijing. Waktu itu gua pergi ke China hanya dalam rangka study tour. Gua tidak bisa Bahasa Mandarin sedikitpun, dan Fen juga tidak bisa Bahasa Inggris, tapi meskipun mengalami kendala komunikasi, melawan segala kemungkinan, gua dan Fen menjadi sahabat dan kemudian jatuh cinta dengan satu sama lain. Setelah beberapa bulan LDRan menggunakan Google Translate , akhirnya di akhir tahun 2011, gua pun memutuskan untuk belajar Bahasa Mandarin. Usa...

Zhen Zhu Nai Cha Special Story - Beautiful in White

Kisah ini adalah bagian yg ga gua ceritain di Zhen Zhu Nai Cha : Revisited (Part 6)  Sebelum baca postingan ini, disarankan baca dulu kisah Zhen Zhu Nai Cha sebelumnya di page Tulisan-Tulisan Terbaik supaya ngerti ceritanya. 28 Januari 2013 Gadis itu duduk membelakangi gua di atas ranjang sambil menyisir rambut panjangnya yg indah. Gua terdiam, termenung, memandangi jemari mungil miliknya bergerak secara lincah dan gesit di saat ia menata rambutnya. Sungguh indah, laksana sebuah tarian yg lemah gemulai namun menyiratkan sejuta kisah. Ya, jemari itu. Rambut itu. Wangi itu. Rasa itu. Gadis itu. Kelima panca indera gua seolah berkoalisasi, membawa gua kembali ke kenangan indah tadi malam. Rambut panjangnya yg tergerai indah menghiasi parasnya yg cantik, kedua kelopak matanya yg terpejam manis dihiasi bulu mata yg lentik, dadanya yg naik turun seiring tarikan nafasnya. Perlahan gua genggam tangannya, merasakan lembutnya jemari mungil miliknya. Ya Tuhan betapa indah ciptaanM...

Zhen Zhu Nai Cha : Revisited (Part 6)

Lanjutan dari part 5 Sinar matahari pagi yg hangat membangunkan gua dari tidur. Semalem gua tidur lumayan nyenyak. Begitu gua bangun, gua liat ke samping gua. Fen masih tertidur pulas, rambutnya yg panjang tergerai menghiasi seprei ranjang yg berwarna putih bak lukisan abstrak. Gua liat jam di HP, masih jam 7 pagi. Tadinya gua pikir gua mau boker dll, tapi gua inget kamar mandi kamar gua kan dari kaca tembus pandang, jadi gua mengurungkan niat gua. Tidur lagi ah... Entah berapa lama gua tertidur, gua terbangun oleh sensasi hangat2 basah di pipi gua. Begitu gua bangun, gua liat wajah Fen yg lagi nyengir di hadapan gua. "亲爱的,早上好!” (Qin ai de, zao shang hao ~ Sayangku, selamat pagi) Dia kecup gua sekali lagi di pipi kemudian dengan manjanya dia menyelusup masuk ke dalam selimut gua dan secara refleks gua pun peluk dia. Kita diem selama beberapa saat di posisi itu, dan saat itulah gua menyadari satu hal. Kayaknya semua cewe di dunia tuh punya suatu kemampuan ajaib...mere...

Zhen Zhu Nai Cha : Revisited (Part 5)

Lanjutan dari part 4 ... Malem ini...boleh aku tidur sama kamu? 15 menit sudah berlalu semenjak Fen mengucapkan kata2 itu, dan sekarang dia sedang duduk di depan gua, matanya terpaku ke layar TV yg sedang memutar sebuah opera sabun. Ya, tepatnya 13 menit 27 detik yg lalu, dalam usaha desperate gua memecahkan situasi canggung ini, gua pun nyalain TV dan semenjak itu, Fen terdiam memandang TV, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aneka pertanyaan pun berkecamuk di pikiran gua... Pertama, dia mau ngapain dateng ke sini? Mau tidur sama gua? Masa sih? Tapi tadi dia bawa bantal...terus sekarang bantalnya dia peluk terus. Buat apa tuh bantal? Di ranjang gua kan udah ada bantal, ngapain dia bawa bantal lagi? Ah udahlah, bantal aja kok dipusingin, Ven? Kedua, oke, kalopun dia beneran mau tidur sama gua, terus kenapa dia malah nonton TV? Eh bentar, tidur yg dimaksud di sini tuh tidur yg kayak gimana? Tidur beneran atau "tidur" pake tanda kutip? Dammit, otak gua mulai mikir yg aneh2. Sto...

Zhen Zhu Nai Cha : Revisited (Part 4)

Lanjutan dari part 3 . Gua pikir hari itu gua bakal berdua doank sama si Fen, tapi ternyata gua salah. Fen bawa satu orang temennya, Xiao Zheng namanya, untuk pergi bareng kita. Fen bilang ke gua bahwa dia tuh sebenernya jarang jalan2 keliling Beijing,  jadi dia ngajak Xiao Zheng sebagai tour guide dan penerjemah. Hal ini sebenernya wajar karena Fen sebenernya orang Hunan, dari Selatan, bukan orang Beijing. Dan buat yg belum pernah ke Beijing, Beijing tuh kotanya GEDE BANGET! Mungkin luasnya bisa sekitar 3-4 kali lipatnya Jakarta dan populasi penduduknya juga kurang lebih sama banyaknya. Bayangin. Kelihatannya kecil, tapi Beijing luasnya berkali2 lipat Jakarta. Klik untuk memperbesar. Untungnya di Beijing tuh ada subway, jadi ke mana2 gampang. Bayangin kalo ke mana2 harus naek angkot atau busway...bisa gila kali penduduknya... Satu hal lagi kenapa Fen butuh penerjemah adalah karena dia ga bisa Bahasa Mandarin ( Putonghua ), dia ngomongnya Hunanhua . Kadang2 gua ngerti dia ngomong...