Langsung ke konten utama

Postingan

New Year 2017 Resolutions

Halo, selamat tahun baru semuanyaaa! Wah, gak kerasa ya, udah 1 tahun gua kagak ngepost di sini (joke ala tahun baru, padahal mah baru absen 2-3 minggu doank hahaha) Mari kita mulai tahun yang baru ini dengan semangat yang baru! TELOLET! Seperti biasa, di awal tahun, gua mau nulis resolusi tahun baru. Kebiasaan ini udah rutin gua lakuin sejak tahun 2011 silam (cuma bolong satu tahun aja pas 2016 karena sibuk bikin tesis hehehe). Kalo ga percaya, silakan obrak-abrik sendiri arsip di blog ini hehehe. Ngapain sih nulis resolusi tahun baru? Memangnya bakal tercapai? Well, terakhir gua nulis resolusi di tahun 2015 silam, gua berhasil mencapai 4 dari 5 resolusi yg gua tulis. Lumayan kan? 80% berhasil gitu lho. Yang gagal cuma satu : MENGURANGI BERAT BADAN. Diet itu susah, memang, huaaaaa *nangis* *nangis* Anyway, di tahun 2017 ini, gua mau membuat beberapa resolusi yang lebih menantang daripada tahun-tahun sebelumnya. Apa aja sih tekad gua di tahun 2017 ini? Check this out! 1. Belajar Bers...

Murid Bertanya, Gue Menjawab

Sewaktu gua baru mulai kuliah di China dulu, gua sering digempur oleh pertanyaan seputar China oleh temen-temen gua. Misalnya...  "Ven, cewe di sana cantik-cantik ga? Cantikan mana sama cici-cici cantik yang biasa nongkrong di mall Bandung?"  Jawab : Sama cantiknya, tapi di sini jumlah cici-cici cantiknya lebih banyak hohoho... "Gimana rasanya hidup di negara komunis? Serem ga?" Jawab : Biasa aja, yang serem cuma toiletnya doank wkwk... "Salju rasanya apa Ven? Manis? Asem? Asin?" Jawab : Manis, kalo ditambahin susu kental manis. Asem, kalo lu djilat salju yang ada di ketiak orang. Asin, kalo udah kecampur sama ingus... Sekarang setelah menjadi dosen di China pun, gak jauh beda. Bedanya, sekarang gua digempur oleh pertanyaan-pertanyaan seputar Indonesia oleh murid-murid gua. Oh FYI, buat yang gak tahu, sekarang gua jadi dosen Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa Asia Tenggara di Nanning, China. Murid-murid gua semuanya orang China yang belajar Bahasa Indones...

Mengibarkan Merah Putih di Negeri Orang

10 tahun belakangan ini, Bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa yg paling diminati di dunia. Setiap tahunnya ada ratusan ribu orang dari berbagai penjuru dunia yg datang ke China untuk belajar Bahasa Mandarin, gua pun salah satunya. Selama bersekolah di China, gua merasakan bagaimana rasanya hidup di tengah masyarakat internasional. Gua berkenalan dan bersahabat dengan orang-orang dari berbagai negara, bahkan pernah suatu kali, gua ikut kelas yg isinya adalah 28 pelajar dari negara yg berbeda : Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Jepang, Korea, Mongolia, Nepal, Russia, Ukraina, Moldovia, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Jerman, Italia, Belanda, Inggris, Swedia, Ceko, Mexico, Brazil, Peru, Argentina, Amerika, New Zealand, Nigeria, dan Madagaskar. Kalian bisa bayangkan bagaimana rasanya? Ricuh, tapi seru. Sewaktu ada orang yg ngajak gua kenalan, dan gua bilang bahwa gua berasal dari Indonesia, gua sering mendapatkan aneka ragam reaksi yg unik : 1) Bingung, karena baru pertama kali den...

Lika-Liku Mencari Pekerjaan (Part 2)

Halo temen-temen pembaca, sesuai janji gua di postingan sebelumnya , di postingan kali ini gua mau ngelanjutin cerita tentang perjalanan gua mencari pekerjaan. Supaya ngerti ceritanya secara utuh, sebelum baca tulisan yg kali ini, temen-temen jangan lupa baca dulu Part 1 nya ya... Ok, here we go... Sudah tidak terhitung berapa banyak waktu, tenaga, dan biaya yg gua habiskan untuk mencari pekerjaan di China, tapi pada akhirnya, hasilnya tetap nihil. Akhirnya, gua memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dengan perasaan campur aduk, 5 July 2016, gua pun tiba di Indonesia. Ada rasa senang bisa kembali ke tanah air, ada rasa sedih meninggalkan Guilin yg sudah gua anggap bagaikan rumah sekali, ada rasa rindu akan masa-masa indah di perantauan bersama teman-teman, ada rasa cemas memikirkan masa depan dan pekerjaan, namun terlebih dari segalanya, gua excited menanti petualangan baru yg menanti gua di bab baru kehidupan gua ini. Guru Mandarin di Sekolah (Juli 2016) Begitu gua ampe di Indo, ada b...