Sebelum lanjut baca ke bawah, tolong temen-temen baca dulu baik-baik cerpen yg satu ini, biar ngerti kelanjutan ceritanya... :
Cerpen di atas, gua tulis 3 tahun yg lalu di bulan Oktober 2013. Saat itu gua baru kuliah di Guilin 1 bulan, masih belajar bahasa Mandarin, belom mulai kuliah S2 nya. Saat itu gua juga masih jomblo, baru mengalami salah satu patah hati terhebat di hidup gua, dan masih belum tahu hidup gua ini mau dibawa ke mana.
Sekarang, bulan Oktober 2016, gua udah lulus S2, dan masih ga tahu hidup ini mau dibawa ke mana. Bisa beli apartment pake uang sendiri dan punya kerjaan yg tidak ngebosenin seperti yg gua tulis di cerpen di atas, tampaknya masih berupa angan-angan.
Tapi setidaknya, sekarang gua udah nemuin dia, sosok yg diciptakan Tuhan untuk mengisi ruang kosong di antara jemari tangan gua.
"Kenapa Tuhan menciptakan ruang kosong di antara jari-jari kita? Karena suatu hari Ia akan mengirimkan seseorang yg dapat mengisi ruang kosong tersebut"
quoted from Emotional Flutter - Saat Akhirnya Kutemukan Dirimu
Dia muncul tiba-tiba, di saat gua lagi gak mikirin soal pacaran. Di saat gua berpikir bahwa gua sedang tidak seharusnya jatuh cinta. Dengan caranya sendiri, dia masuk ke dalam hidup gua, menjadi bagian yg tidak terpisahkan dari keseharian gua. Dan waktu dia akhirnya menyatakan bahwa dia suka sama gua...gua...bener-bener kehilangan kata-kata.
Kita jadian di bulan Desember 2013. Memang dia bukan orang Indonesia, seperti yg gua tulis di dalam cerpen di atas, tapi dia juga seorang cewe tangguh yg mampu survive di perantauan. Waktu awal jadian, jalan berdua aja canggung, boro-boro kepikiran untuk foto bareng di studio foto kecil di sebrang jalan seperti yg gua tulis di cerpen di atas, tapi seiring berjalannya waktu, gua mulai menikmati pacaran sama dia. Dia orang yg menyenangkan dan juga suka akan tantangan. Bersama dia, gua berpetualang keliling China, dan kita berfoto bareng di setiap tempat yg kita kunjungi berdua.
Ga kerasa, sekarang udah 3 tahun gua pacaran sama dia. Dan tadi pagi, waktu gua baca lagi cerpen buatan gua 3 tahun lalu, gua kaget...karena ternyata sifat dia sama dengan deskripsi cewe ideal gua seperti yg gua tulis di cerpen di atas. Kulitnya putih, rambutnya sebahu, suka minum Milk Tea, bisa maen piano, gigih, ulet, sedikit manja, cerdas, dan humoris. Kok bisa ya?
Melalui postingan ini, gua mau ceritain RAHASIA nya sama temen-temen semua...
Kalian mau tau kan? Wkwkwk...
Tahun 2010 silam, gua pernah membaca sebuah artikel yg isinya kurang lebih seperti ini :
Suatu pagi aku terbangun dari tidurku, dan aku muak dengan kehidupan cintaku selama ini yg diwarnai dengan sakit hati dan kekecewaan. Aku muak dengan rekor ditolak dan putus-sambungku. Aku lelah mendapati diriku dengan seseorang yg tidak memahamiku. Aku ingin sebuah perubahan. Aku memutuskan untuk bangkit dan mengubah diriku.
Di sebuah kertas, kutulis secara detil kriteria-kriteria yg kuharapkan dimiliki oleh calon pendampingku di masa depan kelak. Kubayangkan profil wajahnya, karakter fisiknya, tingkat pendidikan dan tujuan hidup yang dimilikinya. Lebih penting lagi, kucurahkan semua ego dan hasratku untuk mendeskripsikan perubahan emosi dan perkembangan kepribadian calon pendamping masa depanku itu.
Bagian paling berat adalah saat aku juga menghitung apa yg ia inginkan dariku. Aku menuliskan semuanya serealistis mungkin, dan tidak muluk-muluk. Aku tahu batas diriku dan apa yg mungkin dan tidak mungkin aku lakukan.
Setelah selesai, kulipat dokumen itu dan kusimpan di dalam dompetku. Dengan begitu, sang pasangan hidup idealku itu akan selalu berada di dekatku, berada di dalam tempat terpenting dalam hidupku.
Kemudian, aku kembali fokus ke diriku sendiri. Aku sudah tahu seperti apa wujud calon pendamping idealku dan apa yg dia inginkan dariku. Kewajiban utamaku saat ini adalah membuat semua keinginannya itu terwujud. Aku sadar, dalam kehidupan nyata, tidak mungkin aku dapat membangun sebuah rumah dalam satu malam. Jadi, aku memulainya segalanya dengan mengatur hidupku. Aku giat belajar dan berjuang untuk meningkatkan segala kemampuanku, termasuk juga penampilan dan kepribadianku. Kuselesaikan studiku dengan baik, bekerja, dan tidak lupa juga untuk selalu bersosialisasi.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan, aku mulai merasakan hasilnya. Aku terlihat berbeda. Tubuhku terasa lebih sehat dan fit. Aku dikenal sebagai sosok yg ramah dan dapat diandalkan. Aku dikenal banyak orang, dan mungkin salah satu dari mereka adalah calon pendamping masa depanku. Percaya diriku meningkat. Aku tak lagi takut mengambil resiko, tapi juga tidak sembrono. Aku menikmati proses pengembangan kepribadianku. Aku tidak lagi memikirkan mencari pasangan, yg aku lakukan hanyalah meningkatkan kualitas diriku sendiri. Bukan untuk orang lain, tapi untuk diriku sendiri.
Beberapa tahun pun berlalu, emosiku sudah lebih terkontrol dan baik. Aku menjadi lebih dewasa secara personal dan memiliki rutinitas serta kebiasaan hidup yg baik. Aku tidak berkencan sesering teman-temanku yg gemar bersenang-senang itu, aku hanya berkencan dengan teman lawan jenis yg aku sukai dan punya prospek untuk menjalin hubungan serius di masa depan. Pada akhirnya aku pun menemukan seseorang yg cocok denganku dan kujadikan ia pacarku. Aku merasakan kedamaian dalam hidupku.
Suatu hari, menjelang hari perkawinanku, aku mengeluarkan dokumen yg selama ini aku simpan di dalam dompet dan aku terkejut menemukan bahwa ternyata calon suami/istri masa depanku ternyata sudah hampir memiliki semua kualitas yg pernah aku tuliskan...
Temen-temen pembaca ngerti kan apa maksudnya?
Kita selalu berpikir bahwa sebuah kisah dimulai pada saat ada seseorang yg membuat kita tergila-gila.
Itu SALAH.
Sebab sebuah hubungan cinta dimulai jauh, jauh hari sebelum kamu bertemu pasangan impianmu.
Logikanya gini. Seorang cowo yg ganteng, kaya, dan sukses, tentu mengharapkan punya pacar yg cantik, pintar, dan bisa mengimbangi dia. Begitu pula, seorang cewe yg lulusan S2, tentunya dia mencari seseorang yg tingkat kecerdasannya setara atau lebih tinggi. Jadi semakin tinggi kriteria pasangan ideal lu, semakin tinggi pula tuntutan yg harus lu penuhi supaya bisa mengimbangi dia.
Tahun 2006-2010 adalah masa paling kelam di dalam hidup gua. Gua ngeceng sana-sini, dan ditolak sana-sini dengan berbagai alasan. Bahkan ditolak sebelum sempat nembak pun sudah pernah gua alami hehehe. Waktu itu di otak gua, gua cuma memikirkan tentang sosok pacar ideal yg gua inginkan, tapi gua tidak memikirkan, apakah gua sudah LAYAK untuk mendapatkan seorang pacar seperti yg gua bayangkan itu.
Akhirnya, di akhir tahun 2010 gua memutuskan untuk merubah diri. Gua jalanin kuliah dengan lebih serius, beresin skripsi dan Tugas Akhir gua dengan maksimal dan tepat waktu. Di sela-sela kuliah pun gua rajin magang dan kerja part-time supaya gua punya pengalaman kerja profesional. Gua juga giat belajar Bahasa Mandarin dan rajin nyari beasiswa S2 ke luar negeri. Setelah dapet beasiswa dan kuliah di China pun, gua rajin belajar dan rajin mengikuti segala kegiatan yg diadakan oleh kampus : lomba pidato, lomba karaoke, ikutan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok, jadi ketua OSIS, semua gua lakuin.
Gua tidak lagi berenang-renang di tengah lautan manusia demi mencari jodoh gua, nggak, gua belajar dari pengalaman bahwa itu bukanlah cara yg efektif. Gua memutuskan untuk memperbaiki diri, fokus mengejar pendidikan dan karir gua. Gua percaya bahwa jika gua memanjat setinggi-tingginya, di atas jutaan manusia lainnya, sang pasangan ideal gua akan bisa menemukan gua dengan sendirinya. Dan hasil akhirnya? Kalian sudah tahu sendiri.
Pacar gua bilang ke gua bahwa dia bukan jatuh cinta sama gua pada pandangan pertama, tapi pada pandangan keseratus. Bukan karena tampang atau penampilan fisik, melainkan karena melihat semangat dan kegigihan gua. Bukan karena gua hebat dan nyaris sempurna, tapi karena wajah gua selalu muncul di setiap persimpangan jalan, dan di setiap acara yg dia ikuti. Bukan karena gua memperlakukan dia special, tapi karena gua baik dan peduli sama semua orang yg ada di sekitar gua.
Yah, gua percaya bahwa dia ga bohong sih, soalnya sosok yg dia lihat tahun 2013 di Guilin itu adalah versi terbaik dari diri gua, yg sudah banyak ditempa sama pahit manisnya kehidupan dan hasil perjuangan gua selama bertahun-tahun. Kalo dia liat diri gua versi 2010 ke belakang, boro-boro bakal jatuh cinta, dijamin dia bakal ilfil duluan hehehe.
Hanya satu hal ini yg dia gak tau...bahwa gua udah mencintai dia, sejak jauh sebelum gua bertemu dia. Bahwa diri ini, cinta ini, sudah gua pupuk dan gua persiapkan supaya layak buat dia, sejak bertahun-tahun sebelumnya.
I love you since long before I even met you.
I have been waiting for you, all my life.
Sampe saat ini, gua masih belum bisa mewujudkan segala sesuatu yg gua tulis di cerpen di atas. Gua dan pacar gua masih belum tunangan, belum punya apartment yg menghadap ke laut dan belum tinggal di kota yg punya 4 musim. Tapi dengan kehadiran dia di sisi gua, gua menemukan kedamaian...dan sisa impian yg belum terwujud, kalo bersama dia, gua yakin semua itu bisa gua wujudkan...
Semoga kisah gua ini bisa menginspirasi teman-teman pembaca semua, terutama bagi mereka-mereka yg masih mencari pasangan hidupnya.
Ingat, jodoh itu bukan hanya ditunggu, tapi harus diperjuangkan =)
Semoga kisah gua ini bisa menginspirasi teman-teman pembaca semua, terutama bagi mereka-mereka yg masih mencari pasangan hidupnya.
Ingat, jodoh itu bukan hanya ditunggu, tapi harus diperjuangkan =)
Komentar
Posting Komentar